Welcome to my Bandung life journal

This is everyday portraits of Bandung. Please leave a comment if you like it. Thank you.

Home / Catetan / Green Hotel
Green Hotel

Green Hotel

Beragam upaya dilakukan segelintir orang untuk menyelamatkan bumi ini dari kerusakan yang mengakibatkan kerugian bagi generasi mendatang, mulai dari pemanasan global, efek rumah kaca, menipisnya sumber daya air, mineral, perambahan hutan, dan sebagainya. Memang sesungguhnya bumi ini adalah milik anak cucu kita sehingga harus kita jaga keberlangsungannya.

Salah satu konsep yang diusung untuk mendukung hal tersebut adalah “Green Hotel”. Konsep ini mengajak pelaku bisnis di bidang properti umumnya dan perhotelan khususnya untuk ramah terhadap lingkungan dengan menerapkan praktek-praktek dan program yang sangat penting untuk mengurangi pemakaian energi dan air secara berlebihan, dan pengelolaan limbah. “Green Hotel” ini juga berpartisipasi dalam program daur ulang, pemakaian kembali kain yang terbuat dari linen, memasang lampu hemat energi, dan menyampaikan pesan kepada para tamu untuk bagaimana mereka mengambil bagian dalam melindungi planet ini.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ternyata begitu menghargai upaya “Green Hotel” melalui ajang National Green Hotel Award yang digelar setiap tahun sejak 2007. Berikut 10 “Green Hotel” terbaik di Indonesia pada tahun 2013 yang lalu dan perolehan nilainya:
1. Borobudur Hotel Jakarta (84,75)
2. St Regis Bali Resort (83,35)
3. Alila Hotel Uluwatu (81,75)
4. Dharmawangsa Hotel Jakarta (79,41)
5. Mandarin Oriental Jakarta (78,68)
6. Grand Melia Hotel Jakarta (78,22)
7. Nusa Dua Beach Hotel Bali (77,94)
8. Hyatt Regency Yogyakarta (77,93)
9. Novotel Hotel Palembang (77,30)
10. Novotel Hotel Lampung (76,73)

Lalu bagaimana caranya untuk menjadi sebuah “Green Hotel”?

Ada lima belas langkah yang dapat diambil oleh hotel yang ingin menjadi lebih “hijau” dan ramah lingkungan, yaitu sebagai berikut:

1. Mendaur ulang kasur tempat tidur dan matras lama. Hal ini akan memangkas pengeluaran, menciptakan keunggulan yang kompetitif, menarik perhatian tamu, dan menyelamatkan lingkungan. Perlu diketahui bahwa diperlukan waktu 20 tahun bagi sebuah kasur tempat tidur untuk membusuk!

2. Mulai program reuse bahan-bahan linen di semua kamar tamu. Hal ini sudah biasa dilakukan di banyak hotel dan merupakan penghematan biaya, hemat air dan menghemat waktu. Banyak pelanggan menggantung handuk mereka dan tidak melemparkannya ke kamar mandi untuk segera diganti. Tempatkan tanda-tanda di kamar yang menunjukkan bahwa program ini sedang berlaku.

3. Hemat penggunaan air. Ada beberapa cara untuk menghemat air di kamar diantaranya:
a. Memasang shower dan keran wastafel beraliran rendah.
b. Beralih ke toilet beraliran air rendah atau memasang diverter.

4. Menghemat energi.
a. Gunakan lampu hemat energi dengan mengganti lampu bohlam dengan lampu LED (Light Emitting Diode) di seluruh ruangan. Lampu neon mengandung merkuri dan logam berat lainnya. Gunakan sensor gerak dan/atau timer untuk area yang jarang digunakan.
b. Edukasi staf dan karyawan hotel untuk mematikan lampu dan pemanas/pendingin ruangan atau kamar saat tidak terpakai.
c. Gunakan pencahayaan alami untuk lobby, bar, dan restoran sebisa mungkin.
d. Gunakan kaca film pada jendela untuk mengurangi beban pemanasan dan pendinginan di kamar tamu.
e. Ganti petunjuk arah “Exit” atau “Keluar” dengan LED
f. Gunakan perangkat yang hemat energi. Biasanya ditandai dengan logo “Energy Star”.
g. Ganti mesin cuci dengan mesin yang hemat energi dan air.
h. Jika hotel memiliki kolam renang dan/atau bak mandi air panas, pasang sistem pemanas air tenaga surya.
i. Gunakan sistem manajemen energi (EMS) untuk menangani unit penanganan udara, HVAC, dan pencahayaan untuk mematikan pendingin ruangan ketika tidak diperlukan. Ganti unit paket terminal AC (PTAC) elektronik dengan pompa pemanas yang lebih efisien atau teknologi panas bumi lainnya. Konsultasikan dengan pihak luar untuk mengevaluasi sistem secara total ketika mengganti peralatan mekanikal utama (seperti chiller, menara air, dan sebagainya). Sering kali hal ini dapat menciptakan perampingan dan peluang untuk menghemat baik pada investasi awal maupun biaya operasional.
j. Gunakan penahan panas yang tepat serta penutup atap reflektif.

5. Monitor, catat dan kirim pemakaian energi dan penggunaan air. Lakukan perbaikan atau ganti peralatan saat perubahan pemakaian menunjukkan masalah. Termasuk perubahan filter, pembersih coil, kalibrasi termostat, dan penyesuaian peredam dalam rencana pemeliharaan peralatan.

6. Beli barang dalam jumlah banyak. Gunakan dispenser isi ulang bila mungkin untuk produk perawatan rambut dan kulit. Dapat juga menyediakan sabun dan toiletries dalam satu kemasan.

7. Daur ulang. Menyediakan keranjang pendaur ulang di kamar. Contohnya tempat sampah untuk koran, kertas putih terpisah dengan tempat untuk produk kaca, kaleng aluminium, dan plastik. Juga menyediakan tempat sampah daur ulang di tempat umum untuk mendukung program daur ulang. Gunakan produk kertas daur ulang seperti untuk brosur, menu, kartu komentar atau semua produk stasioner hotel.

8. Belilah barang-barang kebutuhan tamu secara wajar dari perdagangan yang jujur dan bebas dari pemaksaan. Jelaskan bahwa manajemen hotel mendukung produk ini dibandingkan dengan produk lain karena suatu hal, seperti kasur dan baju tidur, perawatan rambut dan tubuh, kopi, teh, coklat dan lain-lain.

9. Gunakan bahan pembersih tidak beracun dan ramah lingkungan (eco friendly).

10. Sediakan sepeda untuk para tamu, peta perjalanan, dan informasi transportasi umum sehingga dapat mengurangi penggunaan mobil pribadi.

11. Sediakan barang-barang yang dapat digunakan kembali seperti kain serbet, gelas, piring keramik, dan lain-lain di semua layanan makanan dan minuman.

12. Sediakan bahan-bahan makanan organik atau yang dibeli dari penduduk lokal untuk tamu hotel.

13. Buat taman-taman untuk melindungi ekosistem dan menyimpan air. Ganti tanaman plastik di restoran dengan tanaman asli dan tanah asli.

14. Mendidik staf dan/atau tamu tentang “green”, dengan menawarkan brosur dan tanda-tanda untuk para tamu untuk mengikuti dan belajar tentang praktek Green Hotel.

15. Menyediakan diskon untuk kelompok pencinta lingkungan yang menginap atau mengadakan pertemuan di hotel anda.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas sebagian atau secara keseluruhan, pelaku bisnis hotel dan properti lainnya dapat menyumbangkan sesuatu yang berharga bagi kelestarian lingkungan. Bayangkan saja berapa rupiah yang dapat dihemat apabila air limbah hotel bisa diolah lagi untuk menyiram tanaman, satu lampu hemat energi bisa dipakai selama tiga tahun, kertas tisu yang terbuat dari kayu bisa didaur ulang dan sebagainya.

Para tamu yang pernah menginap di “Green Hotel” ini tidak segan-segan untuk kembali lagi ke hotel ini karena mereka menghargai upaya yang dilakukan oleh hotel tersebut. Juga mereka sadar bahwa dengan menginap di “Green Hotel”, mereka terlindungi dari bahaya bahan beracun yang terkandung di peralatan yang tidak ramah lingkungan. Demikian pula para staf dan karyawan hotel dapat lebih senang dengan adanya penghematan energi dan air yang dilakukan oleh pihak manajemen hotel.

About bdgeuy

Bandung, euy! Adalah jargon urang Bandung yang menyiratkan perasaan bangga akan keindahan dan keramaian Kota Bandung, ibukota Jawa Barat atau Parijs van Java.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top