Welcome to my Bandung life journal

This is everyday portraits of Bandung. Please leave a comment if you like it. Thank you.

Home / Catetan / Membayangkan Kota Bandung di Masa Depan
Membayangkan Kota Bandung di Masa Depan

Membayangkan Kota Bandung di Masa Depan

Kota Bandung saat ini boleh dibilang sudah penuh sesak oleh penghuninya yang berjumlah sekira 2,7 juta jiwa. Belum lagi jika di siang hari, jumlah tersebut meningkat dengan adanya aktivitas perdagangan, perkantoran dan pendidikan yang menjadikan Kota Bandung sebagai pusatnya. Dampaknya sangat terasa pada lalu lintas di jalan-jalan utama, yaitu kemacetan karena padatnya kendaraan dan polusi udara karena asapnya. Hal ini menjadikan Kota Bandung tak lagi sehat dan nyaman bagi penduduknya.

Namun sepertinya pemerintah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat tidak berdiam diri melihat kondisi ini. Perencanaan demi perencanaan pembangunan kini kerap dilakukan untuk mengembangkan sarana dan infrastruktur serta membuka lahan bagi perkembangan daerah baru. Salah satunya adalah wilayah Gedebage yang rencananya akan dikembangkan oleh pihak swasta menjadi sebuah superblok bisnis dan komersial serta hunian di Bandung Timur. Pemerintah juga berencana memindahkan pusat pemerintahan Kota Bandung ke wilayah ini dengan tujuan untuk mengurangi beban dari pusat ke pinggir kota dengan membangun sebuah Teknopolis, kota bernuansa teknologi.

Rencana selanjutnya di bidang transportasi, pemerintah juga sudah meneken kontrak dengan Tiongkok untuk membangun jalur monorail yang menghubungkan Tanjungsari (Sumedang) – Gedebage – Leuwipanjang – Cimahi – Padalarang, Leuwipanjang – Dago, dan Gedebage – Majalaya. Dengan adanya monorail ini, diharapkan beban lalu lintas Kota Bandung akan berkurang. Selain itu, ada pula rencana untuk memindahkan terminal bus Cicaheum ke daerah Gedebage, sehingga kemacetan di sekitar terminal tersebut juga berkurang. Jalan tol dalam kota juga akan dibangun membelah Kota Bandung, mulai dari Pasupati – Cikutra – Cicaheum – Sukamiskin – Ujungberung – Cibiru – Cileunyi, dan Ujungberung – Gedebage. Sebuah rencana besar yang tentunya akan membutuhkan dana yang besar pula.

Kampus ITB yang terletak di tengah Kota Bandung rencananya juga akan dikembangkan keluar daerah. Selain kampus ITB Jatinangor dan Bekasi, kampus ITB yang baru juga akan dibangun di Walini, Bandung Barat. Dengan demikian diharapkan aktivitas kampus akan berkurang di dalam kota dan memberikan kesempatan untuk tumbuhnya daerah baru. Seperti yang kita ketahui, di sekitar kampus selalu ada bisnis rumah kost mahasiswa, warung makanan, warnet, foto copy, jasa pengetikan, laundry dan sebagainya. Hal ini akan terjadi juga di sekitar kampus ITB Walini 2020.

Kabupaten Bandung Barat tampaknya akan lebih berkembang lagi dengan adanya rencana pemerintah Jawa Barat untuk memindahkan ibukotanya ke Walini Green City seluas 3.000 – 10.000 Ha. Di Walini ini akan dibangun Civic Center yang lebih modern dan lebih luas bila dibandingkan dengan yang ada sekarang di Kota Bandung.

Selain itu, tepian sungai Cikapundung juga akan dibenahi sehingga tidak akan ada lagi sampah, rumah-rumah kumuh dan air yang keruh kecoklatan. Proyek-proyek lain yang sedang dan akan dikerjakan adalah Paskal Hypersquare Superblock Phase II, The Edge Superblock, Tan Rise City Superblok, Festival Citylink Superblock, Citra Green Dago, Newton The Hybrid Park, Citylight Superblock, Grand Pinus Regency Superblock, Telkom University, Unpad, Paris van Java Mall Hotel Extension, Panghegar Hotel dan sebagainya.

Kira-kira seperti apa wajah Kota Bandung di masa depan setelah tidak menjadi ibukota Provinsi Jawa Barat, dibangunnya Teknopolis dan monorail? Kota yang semakin modern tanpa kemacetan di sana-sini atau malah sebaliknya? Akankah tetap menjadi daya tarik para investor dan pebisnis sehingga terus berkembang?

About bdgeuy

Bandung, euy! Adalah jargon urang Bandung yang menyiratkan perasaan bangga akan keindahan dan keramaian Kota Bandung, ibukota Jawa Barat atau Parijs van Java.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top